Langsung ke konten utama

Tak mau pulang



hatiku jatuh ke bumi
bergetar tak punya bunyi
cemara hanya duduk besila
pelukanku lepas bersedia


kau datang menghitung jari
aku yakin akan mati
dahulu sering bermimpi


ada kabut merembes tersangkut
butuh pertolongan tapi..
aku aku harus sembunyi
karna ku hanya takut


suaraku terendam angin
ditelan susah kembali
biasa meneduh di beringin
suaraku dipinang angin
dan..
hatiku jatuh ke dasar danau
tersangkut jaring tak mau pulang.


28.1.2018

*Foto dari Instastory Ayudiac

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Mulut

Menutup mulut, Hatiku ribut Tahu semua yang tertutup Menutup mulut. Hatiku ribut. Sibuk menurunkan kabut. Sabuk paksa terbentang. Ambil posisi aman menantang. Ada nama gadis. Sumpah, jangan sodorkan! Bakal jadi bengis. Nafas jadi berantakan. Anggap aku tak berusaha. Dadaku lapang mengudara. Jadikan rinduku tak berbahasa. Lelaki sepertimu alpa luas samudra. Pujangga, Mampu buat hawa jatuh terpesona. Dalam hati menuntut jujur. Menutup mulut. Hatiku ribut -ilmiyah, 2016

Meski

Mendoakanmu, meski kau tidak tau diriku Aku tidak bisa nyekar, makan lebih penting Ibuku yang sangat baik hati, mengulang nasihat itu Mengingatmu Ternyata hanya segitu, kalimat yang mendadak muncul saat taraweh. Sudah ya, tidur dulu