Langsung ke konten utama

malam ...




malam, selamat malam kawan
tunggu, tunggu dulu ...
aku akan mempersembahkan tubuh ini
pada gendang-gendang shubuh
yang mampu memperdalam kedukaan
dan harga tak berguna.

dingin ... dinginnya putih tulang
kencangkan kesabaranmu
menghantarkan aku pada momen itu: keteguhan 1/3 malam
aku ingin pergi dari rantai ini
rantai harapan berkalung napas.

dan ketiadaan untuk berdiri
lebih tiada dari semua kekosongan

aku merasa bersalah pada setiap manusia yang ku temui
aku buat mereka sakit hati
maafkan aku, aku adalah kenangan yang tak merdu.

riwayat hidup sering terbang saat dini hari
terulas menghampar lambat serta dalam
bisik-bisik dan rintik-rintik suara
mengalir melewati mataku
napas-napas itu, halo
aku mendambamu melalui waktu.

kau tau apa?
ada yang lebih sepi dari mati
yaitu kehilangan orang terkasih.



21. Januari 2020
Sumedang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Mulut

Menutup mulut, Hatiku ribut Tahu semua yang tertutup Menutup mulut. Hatiku ribut. Sibuk menurunkan kabut. Sabuk paksa terbentang. Ambil posisi aman menantang. Ada nama gadis. Sumpah, jangan sodorkan! Bakal jadi bengis. Nafas jadi berantakan. Anggap aku tak berusaha. Dadaku lapang mengudara. Jadikan rinduku tak berbahasa. Lelaki sepertimu alpa luas samudra. Pujangga, Mampu buat hawa jatuh terpesona. Dalam hati menuntut jujur. Menutup mulut. Hatiku ribut -ilmiyah, 2016

Dari Twitter

In The Club

Kamu berada di dalam club membawa diri tapi kamu adalah bagian dari suatu kumpulan untuk sebuah pesta, penampilanmu terlalu biasa seperti tidak punya modal, seperti hanya punya rasa penasaran dua kali kunjungan, kau tidak membawa minuman yang lezat musik di dalam club, malah membuatmu cemas kamu tidak bisa menari dengan lepas badanmu berkeringat khawatir melihat ekpresi pengunjung lain ; “ahh, mereka sudah menyelamatkan rasa takutnya dan mampu menyanyi bersama” lagu yang dj putar kenal iramanya, tapi tak bisa menebak lebih jauh kamu tidak menikmati diri sendiri, pesta adalah petir “mereka bisa menikmati lagu karna mereka sudah berusaha. aku belum melakukan apa-apa dan tidak tau apa pun tentang club ini. konten hari-hariku adalah kosong“ kasian, terdampar sendirian padahal kamu datang bersama teman-teman. minuman apa yang harus dibeli, berapa harga makanan di club, kemana aku harus pergi jika aku pengen pipis, riasan ku sia-sia; aku tak punya apa apa pelayan club mendiktekan...