Langsung ke konten utama

Jauh dari harapan

Ditulis pada hari Sabtu, 9 Mei 2015


                                                                                 
Aku diharuskan memilih
S
udah ribuan keringat keluar dari dalam diri,
Jiwaku belum pernah beristirahat, sibuk dengan dunia di luar diri.
Jutaan gugus keluh kesah menaungi diri,
Supaya akal sejalan dengan keadaan dalam diri.

Tidak akan meminta maaf atas kesibukan ini,
Karena jala sudah terpasang terlalu dini.
Hanya saja aku lebih menguatkan pada keteguhan insani,
Supaya selaras dengan keyakinan diri,

Sejujurnya tubuhku mencari manfaat,
Menjalankan apa yang telah dikatakan orang-orang bermartabat.
Lalu berusaha mendaur masalah yang suka datang secara  erat,
Dimana mereka enggan untuk pergi dengan cepat.

Maaf untuk ketidaktahuanku tentang suatu pembicaraan,
Dikarenakan banyaknya acara yang diam-diam menikam.
Aku diharuskan untuk memilih keadaan,
Yang banyak hura ria atau yang sejalan dengan impian. 

 Dipaksa menuliskan puisi dan dikirimkan ke email koordinator sastra di ukm. Ada ide untuk menulis, namun sayangnya tidak bisa keluar dengan indah. Hasilnya adalah puisi di atas. Seharusnya puisi yang mesti dibuat bertemakan harapan. Hasil puisi saya juga jauh dari harapan panitia.

Komentar