Langsung ke konten utama

Pertama

panggil saja Ilmi. Jangan keliru yaa.
Merupakan waktu yang lama untuk memutuskan nama apa yang cocok. Pengucapan nama saya mirip dengan nama di buku pelajaran anak sekolah dan perguruan.
Takutnya saat mereka mencari tahu dengan mengetik ilmiah nama saya ikut keluar dan sampai di blog ini, lain katanya adalah terjebak.

Sampai disini yaa.
Wilujeng sonten rencang-rencang sadaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Mulut

Menutup mulut, Hatiku ribut Tahu semua yang tertutup Menutup mulut. Hatiku ribut. Sibuk menurunkan kabut. Sabuk paksa terbentang. Ambil posisi aman menantang. Ada nama gadis. Sumpah, jangan sodorkan! Bakal jadi bengis. Nafas jadi berantakan. Anggap aku tak berusaha. Dadaku lapang mengudara. Jadikan rinduku tak berbahasa. Lelaki sepertimu alpa luas samudra. Pujangga, Mampu buat hawa jatuh terpesona. Dalam hati menuntut jujur. Menutup mulut. Hatiku ribut -ilmiyah, 2016

Meski

Mendoakanmu, meski kau tidak tau diriku Aku tidak bisa nyekar, makan lebih penting Ibuku yang sangat baik hati, mengulang nasihat itu Mengingatmu Ternyata hanya segitu, kalimat yang mendadak muncul saat taraweh. Sudah ya, tidur dulu