Langsung ke konten utama

HEIMWEH

Ich habe Heimweh
Fühl allein tut weh
Schnell bitte zurück
Seele fast verrückt

Denken immer Eltern
Leben weiter gehen
Bin fast verwirt
Noch keine Arbeit

Hopfen und Hopfen
Schmutzige Sorge werfen
Hab sehr Heimweh
Einsamkeit tut weh

Werden ich mehr tun?
Dann Eifer dünn?
Meine Schlange sehen
Beten mehr gehen

Il-miyah. 30 Januari 2017.
Sidaharja, Lakbok, Ciamis.
Um 20.47 Uhr.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Mulut

Menutup mulut, Hatiku ribut Tahu semua yang tertutup Menutup mulut. Hatiku ribut. Sibuk menurunkan kabut. Sabuk paksa terbentang. Ambil posisi aman menantang. Ada nama gadis. Sumpah, jangan sodorkan! Bakal jadi bengis. Nafas jadi berantakan. Anggap aku tak berusaha. Dadaku lapang mengudara. Jadikan rinduku tak berbahasa. Lelaki sepertimu alpa luas samudra. Pujangga, Mampu buat hawa jatuh terpesona. Dalam hati menuntut jujur. Menutup mulut. Hatiku ribut -ilmiyah, 2016

Meski

Mendoakanmu, meski kau tidak tau diriku Aku tidak bisa nyekar, makan lebih penting Ibuku yang sangat baik hati, mengulang nasihat itu Mengingatmu Ternyata hanya segitu, kalimat yang mendadak muncul saat taraweh. Sudah ya, tidur dulu