Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Putus (Lelaki)

Hari ini kita putus Maaf atas pertengkaran semalam Tapi aku tak yakin perasaanku padamu juga akan putus Sebenarnya, tanpamu keadaan semakin kelam Kamu tau aku pria yang patuh pada rencana Tapi aku tak paham dengan takdir asmara Nuansanya sukar, asmaraku pulang tanpa pelana Terbakar, entah lari kemana Aku keras kepala dengan tetap bersikap elegan Nyatanya aku malah terus deg degan Putus, ku coba sikapi dengan biasa Tapi piasnya hampir buatku nelangsa Beri kisah kita sedikit waktu Mohon jangan dekat dulu dengan orang baru Karena hatiku belum siap menjadi batu Biarkan semua tetap membiru Sebelum keadaan jadi berantakan Ada ungkapan sayang yang gengsi aku utarakan Tapi putus, kisah kita jadi urak-urakan Sayang, segala tentangmu masih aku simpan Dulu aku terlalu cemburu Panasnya mendadak menjadikanku pemburu Tapi aku malah buatmu terisak tangis Disitu sesal menghantam, harusnya aku bersikap manis Sekarang, aku pria dengan penuh ketakutan Kala hujan, siapa ...

Perkenalan ; Hanya Miyaa

Miya. Dia hanya tau nama itu. Yaa, bukan nama lengkap yang ia tau. Karena sengaja ku sembunyikan nama lengkap ajaib itu. Mungkin benar apa yang pernah orang lain bilang bahwa jangan mengambil keputusan terlalalu cepat. Karena ada sesal tersembunyi di balik itu.       Miya, panggil saja begitu. Nama panggilan keluarga sekaligus nama panggilan yang paling aku suka. Nama yang tertera dalam selembar kertas penuh perjuangan yang mereka namai akte bukanlah Miya. Saat mereka mengetahui namaku, pikiran baik mendatangi otak mereka. Dan yang dia kenal adalah Miya, bukan yang lain. Satu nama yang lahir dengan kelam kedunia. Tujuh huruf ajaib yang diciptakan, Tuhan persembahkan untuk insan dari ibu pejuang sejati dan bapa yang entah.   Miya, begitu keluarga mengenal. Lahir setelah konflik batin yang merenggut air mata seorang perempuan sejati. Tanpa adzan pertama yang terindah dari bapa yang telah menitipkan spermanya sembilan bulan yang lalu. Bukan air mata b...

Jauh dari harapan

Ditulis pada hari Sabtu, 9 Mei 2015                                                                                   Aku diharuskan memilih S udah ribuan keringat keluar dari dalam diri, Jiwaku belum pernah beristirahat, sibuk dengan dunia di luar diri. Jutaan gugus keluh kesah menaungi diri, Supaya akal sejalan dengan keadaan dalam diri. Tidak akan meminta maaf atas kesibukan ini, Karena jala sudah terpasang terlalu dini. Hanya saja aku lebih menguatkan pada keteguhan insani, Supaya selaras dengan keyakinan diri, Sejujurnya tubuhku mencari manf...

Pertama

panggil saja Ilmi. Jangan keliru yaa. Merupakan waktu yang lama untuk memutuskan nama apa yang cocok. Pengucapan nama saya mirip dengan nama di buku pelajaran anak sekolah dan perguruan. Takutnya saat mereka mencari tahu dengan mengetik ilmiah nama saya ikut keluar dan sampai di blog ini, lain katanya adalah terjebak. Sampai disini yaa. Wilujeng sonten rencang-rencang sadaya.