Langsung ke konten utama

Katamu

Bayang yang masih remang-remang,
Menyentuh wajahmu yang masih dalam bayang-bayang
Mencari kesombongan dalam kumparan bilangan,
Mengurutkan mimpi yang kau tunjukkan
Dunia ini kejam dimata kita,
Melangkah pada lorong tanpa nama
Dunia membenci kita katamu,
Menggunakan bidadari untuk melumpuhkanmu
Sekarang kau mulai terbang,
Membuka pintu yang sudah mengucapkan selamat datang
Kau bilang kuatkan saja iman dan mimpi,
Kau bilang kita kan kuat jika mempercayai janji

Kau tak mau ku ucapkan selamat tinggal,
Selaksa perih kerap kali ku temukan di ujung tatapanmu


Selama kau belum menyerah pada diri sendiri, ada banyak kemungkinan yang akan mendatangimu

dari 16 Februari 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Mulut

Menutup mulut, Hatiku ribut Tahu semua yang tertutup Menutup mulut. Hatiku ribut. Sibuk menurunkan kabut. Sabuk paksa terbentang. Ambil posisi aman menantang. Ada nama gadis. Sumpah, jangan sodorkan! Bakal jadi bengis. Nafas jadi berantakan. Anggap aku tak berusaha. Dadaku lapang mengudara. Jadikan rinduku tak berbahasa. Lelaki sepertimu alpa luas samudra. Pujangga, Mampu buat hawa jatuh terpesona. Dalam hati menuntut jujur. Menutup mulut. Hatiku ribut -ilmiyah, 2016

Dari Twitter

In The Club

Kamu berada di dalam club membawa diri tapi kamu adalah bagian dari suatu kumpulan untuk sebuah pesta, penampilanmu terlalu biasa seperti tidak punya modal, seperti hanya punya rasa penasaran dua kali kunjungan, kau tidak membawa minuman yang lezat musik di dalam club, malah membuatmu cemas kamu tidak bisa menari dengan lepas badanmu berkeringat khawatir melihat ekpresi pengunjung lain ; “ahh, mereka sudah menyelamatkan rasa takutnya dan mampu menyanyi bersama” lagu yang dj putar kenal iramanya, tapi tak bisa menebak lebih jauh kamu tidak menikmati diri sendiri, pesta adalah petir “mereka bisa menikmati lagu karna mereka sudah berusaha. aku belum melakukan apa-apa dan tidak tau apa pun tentang club ini. konten hari-hariku adalah kosong“ kasian, terdampar sendirian padahal kamu datang bersama teman-teman. minuman apa yang harus dibeli, berapa harga makanan di club, kemana aku harus pergi jika aku pengen pipis, riasan ku sia-sia; aku tak punya apa apa pelayan club mendiktekan...