Langsung ke konten utama

Warna Rasa

Sebenarnya warna ungu untuk apa?
Selain dipersembahkan untuk janda
Cemburu, karna warna pekat

Mengapa merah jambu adalah jatuh cinta
Lalu disimbolkan berbentuk hati
Lalu retak ketika rasa tak menemui jawab

Apa kelabu selalu menunjuk untuk patah hati
Setelahnya air mata juga berbui abu

Bisakah rindu yang biru digantikan warna lain
Karena seringkali rindu berbuah lara

Kemudian apa yang merepresentasikan jalan putus
Merah atau hitam
Atau gabungan keduanya

Merah karena dalam putus ada emosi berbentuk dan  sembunyi
Hitam menandakan sukar menemukan jalan kembali
Nasib dari warna gabungan keduanya, aku tak peduli

Mantan akan berbentuk oranye
Karna statusnya turun menjadi waktu sore
Bukan waktu utama seperti pagi, namun diharapkan kembali

Kasmaran memliki warna hijau
Segar tanpa interfensi
Begitu pula saat awal berasmara

Tidak membutuhkan warna bagi manusia yang sendirian
Semua warna mampu dijalankan

Dia oranye senja saat mengenang, juga hijau muncul bersamaan.

Dari 16.4.2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Mulut

Menutup mulut, Hatiku ribut Tahu semua yang tertutup Menutup mulut. Hatiku ribut. Sibuk menurunkan kabut. Sabuk paksa terbentang. Ambil posisi aman menantang. Ada nama gadis. Sumpah, jangan sodorkan! Bakal jadi bengis. Nafas jadi berantakan. Anggap aku tak berusaha. Dadaku lapang mengudara. Jadikan rinduku tak berbahasa. Lelaki sepertimu alpa luas samudra. Pujangga, Mampu buat hawa jatuh terpesona. Dalam hati menuntut jujur. Menutup mulut. Hatiku ribut -ilmiyah, 2016

20 Tahun

20 tahun Aku takut kematian Aku takut melihat ibuku berbaju kafan Aku takut bapaku tiada, ibuku sama siapa Aku takut sendirian, ditinggal Imut ke surga 20 tahun Aku takut tidak bisa menghidupi mimpi sendiri Aku takut tidak bisa berbakti Aku takut menjadi abu Aku takut menjadi bukan diriku 20 tahun Aku takut lupa agama Lupa Tuhanku siapa Aku takut lupa bersyukur Padahal Allah sudah begitu adil dan akur 20 tahun Aku takut membuat keluarga kecewa Tidak bisa menghadirkan bahagia Lupa pengorbanan mereka Tidak bisa berbakti pada mereka 20 tahun Aku takut gila Problema mendera menggelantungi nyawa 20 tahun Aku banyak merindui seseorang bukan manusia 20 tahun Menginjakmu, nafasku berat. Il-miyah

Meski

Mendoakanmu, meski kau tidak tau diriku Aku tidak bisa nyekar, makan lebih penting Ibuku yang sangat baik hati, mengulang nasihat itu Mengingatmu Ternyata hanya segitu, kalimat yang mendadak muncul saat taraweh. Sudah ya, tidur dulu